Buscar

Senin, 10 Oktober 2011

Yang Pernah Berjaya Di Era 90an : Masstrans

Di zaman yang serba maju di Jakarta ini , ternyata masih bertahan 2 bis kota yang sangat akrab di kehidupan sehari - hari dari dulu.Sekilas terlihat pelayananya tidak berbeda jauh dengan angkutan bis kota lainya.

Namun tahukah anda ?? Pada era 90an tepatnya sekitar tahun 1994 ada sebuah bus dengan kelas eksekutif.Namanya Masstrans.
Pada tahun 1994 layanan buskota Patas AC Jakarta dilayani tiga operator yaitu : PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta), Mayasari Bakti dan Masstrans. Dari ketiganya masing-masing memiliki keunggulan tersendiri yaitu PPD yang paling banyak armadanya.  Selain terbanyak armadanya, perusahaan bus milik negara ini juga yang paling mendominasi trayek Bus Patas AC di Jakarta. Lain halnya dengan Mayasari dan Masstrans. Mayasari hanya melayani empat trayek saja. Sedangkan Masstrans hanya melayani satu trayek.  Walaupun hanya melayani satu trayek Masstrans memiliki keunggulan dalam pelayanan dibanding kedua kompetitornya.



Keunggulannya dari kompetitornya yaitu Patas AC Masstrans yang terkesan paling mewah dari segi pelayanan.  Begitu kita naik Masstrans, tempat duduk tinggal pilih. “Selamat pagi, Pak” sapa pramugari. Lantas, si pramugari siap mengantarkan kita ke tempat duduk yang dituju. Sambil senyum manis. Ia kemudian menyodorkan selembar slip pembayaran. Setelah membayar Rp. 1.300, kita tinggal duduk sambil menikmati suguhan musik di mobil tersebut. Menurut Yopie Wijaya, presiden direktur PT Tanda Wijaya Sakti, pengelola Masstrans, memilih segmen masyarakat kelas atas karena sudah jelas. “Yakni para pemilik mobil pribadi. Mereka itu kan tak mau naik bus yang tak ada AC-nya,” kata Yopie.




Faktor kenyamanan diatas memang mesti diperhatikan serius. Karena segmen yang dituju kalangan papan atas. Punya duit, punya mobil pribadi, dan punya keinginan untuk naik bus yang nyaman. Agaknya, faktor kenyamanan seperti itu diperhatikan serius oleh Masstrans. Konsepnya sudah jelas, penumpang harus betul-betul jadi raja. “Karena mereka dari kalangan papan atas.” Tutur Jopie Wijaya. Penumpang dijamin bakal aman dan nyaman. Aman karena ada Satpam. Dan bisa juga nyaman karena ada senyum manis dari para dara yang jadi pramugari.





Sistem pengoperasian bus Masstrans tidak menerapkan sistem RMB (Rute Moda Baru) yang dipakai PPD dengan Patas AC-nya. Dengan sistem RMB, PPD memang sedikit meraih keuntungan. Sistem ini memang sangat efisien. Tak harus keluar biaya cukup banyak. Hanya dikendalikan seorang awak – tanpa harus didampingi kernet – bus Patas AC sudah bisa beroperasi. Caranya, penumpang masukdari depan. Kemudian membayar dengan uang pas Rp.1.300. di fare box (photo terlampir) yang telah tersedia. Jika ingin turun lewat pintu belakang dengan memencet bel terlebih dahulu.
Sistem ini tak dipakai Masstrans. Menurut Yopie, Masstrans tetap akan memakai cara lama. “Karena fare box ternyata sangat mahal harganya. Setelah dihitung, ternyata lebih mudah dengan memakai pramugari dan seorang satpam,” tegasnya.



Caranya, penumpang naik dari pintu depan. Begitu duduk, kondektur akan mengutip tarif karcis. “Aturan yang lainnya sama saja. Selama dalam bus Masstrans, contohnya, seluruh penumpang tak diperbolehkan merokok,” kata Yopie. Bila ada yang merokok tugas satpam untuk memperingatkan dan kalau masih bandel diturunkan



Dalam mengoperasikan bus-bus Patas AC-nya itu, Masstrans akan memakai sistem target. Artinya, si pengemudi diwajibkan memenuhi target tertentu yang harus dipenuhi. Bagaimana jika tidak? “Jelas pengemudinya yang harus bertanggungjawab.” Karena itu, dalam manajemen, sistem target tersebut mutlak diperlukan sebuah lembaga pengawasan. Masstrans memakai dua sistem pengawasan. Pertama, melalui pengawasan melekat. Dalam sistem ini, petugas pengawas akan langsung berada di lapangan untuk mengawasi tingkah laku pengemudi. Kedua, tutur Yopie, melalui sistem random atau acak. “kalau dengan sistem yang pertama petugas pengawas kami minta bantuan pihak kepolisian, nah sistem yang kedua dari petugas pengawas dari perusahaan sendiri. Mereka bertindak tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan dilakukan secara acak.”

Sekarang bis ini sudah tidak beroperasi lagi.Entah apa alasanya.Penulis berharap di masa mendatang , setelah hadirnya Transjakarta , akan lahir transportasi masal yang baru yang menawarkan pelayanan yang membuat penumpang puas.Sehingga dalam jangka panjang mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi.

Sumber :
-Majalah Mobil Motor Edisi Agustus 1994
-www.facebook.com/bismania

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Safety Is The First | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger